A comparative study of regional GANDAI dance styles using Choreometry in three Indonesian communities

Lentera Negeri October 29, 2026 Volume 7, Number 1 4 authors

Abstract

This study aimed to identify and compare the stylistic characteristics of Gandai dance across North Bengkulu, Mukomuko, and Silaut, Indonesia. A qualitative descriptive-comparative approach was employed. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Movement characteristics were examined using Lomax's Choreometrics framework, encompassing body attitude, active body parts, movement transitions, spatial dimensionality, and action–effort qualities. Data were analyzed through reduction, comparative presentation, and verification, supported by triangulation. Gandai dance exhibited distinct regional characteristics despite sharing common choreographic elements. North Bengkulu demonstrated graceful, fluid, and restrained movements; Mukomuko emphasized firm, forceful, and rhythmically accented execution; while Silaut displayed dynamic movements integrating fluid and assertive qualities. Differences were particularly evident in bodily coordination, transitional patterns, and expressive effort. Gandai's regional stylistic diversity reflects differentiated movement expressions within a shared cultural tradition. These findings support comparative dance documentation, cultural preservation, and heritage education.

Authors

  1. Rita Maryani

    universitas negeri padang

  2. Nerosti Nerosti

    Universitas Negeri Padang

  3. Fuji Astuti

    Universitas Negeri Padang

  4. Yuliasma Yuliasma

    Universitas Negeri Padang

Keywords

References

  1. Afrioniica, A. (2022). Pengembangan koreografi tari Gandai dari bentuk tradisi ke bentuk kreasi di Kabupaten Mukomuko [Academic thesis, Universitas Negeri Padang].
  2. Arma, R. R. (2022). Tari Gandai dalam upacara perkawinan di Desa Semundam Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu [Academic thesis, Universitas Negeri Padang].
  3. Indrayuda. (2013). Tari sebagai budaya dan pengetahuan. UNP Press.
  4. Lomax, A. (1978). Folk song style and culture. Transaction Books.
  5. Lomax, A. (1978). Folk song style and culture. Transaction Books.
  6. Lomax, A., Bartenieff, I., & Paulay, F. (1968). Dance style and culture. In A. Lomax, Folk song style and culture (pp. 222–247). American Association for the Advancement of Science.
  7. Mansyur, H., et al. (2025). Rekonstruksi tari Gandai Silaut: Suatu upaya pelestarian dari ancaman kepunahan dan kebangkitan identitas di daerah asal [Research report]. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Padang.
  8. Mansyur, H., et al. (2025). Rekonstruksi tari Gandai Silaut: Suatu upaya pelestarian dari ancaman kepunahan dan kebangkitan identitas di daerah asal [Research report]. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Padang.
  9. Maryani, R., & Astuti, F. (2025). Keberadaan tari Gandai di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara. Saayun, 3, 1–11.
  10. Nerosti, et al. (2025). Rekacipta tari Gandai inovatif: Pelestarian dari ancaman kepunahan dan kebangkitan identitas di daerah asal [Community engagement report]. Program Inovasi Seni Nusantara, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
  11. Nerosti, et al. (2025). Rekacipta tari Gandai inovatif: Pelestarian dari ancaman kepunahan dan kebangkitan identitas di daerah asal [Community engagement report]. Program Inovasi Seni Nusantara, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
  12. Nerosti. (2024). Kajian tari dari perspektif tekstual dan kontekstual. Rajawali Pers.
  13. Nerosti. (2024). Kajian tari dari perspektif tekstual dan kontekstual. Rajawali Pers.
  14. Refisrul. (2018). Eksistensi tari Gandai pada masyarakat Mukomuko. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 4(1), 953–970. https://jurnalbpnbsumbar.kemdikbud.go.id/index.php/penelitian/article/view/96
  15. Refisrul. (2018). Eksistensi tari Gandai pada masyarakat Mukomuko. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 4(1), 953–970.
  16. Royce, A. P. (1977). The anthropology of dance. Indiana University Press.
  17. Royce, A. P. (1977). The anthropology of dance. Indiana University Press.
  18. Sedyawati, E., Parani, Y., Murgiyanto, S., Soedarsono, Rohkyatmo, B., Suharto, B., & Sukidjo. (1986). Pengetahuan elementer tari dan beberapa masalah tari. Direktorat Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  19. Sedyawati, E., Parani, Y., Murgiyanto, S., Soedarsono, Rohkyatmo, B., Suharto, B., & Sukidjo. (1986). Pengetahuan elementer tari dan beberapa masalah tari. Direktorat Kesenian, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  20. Utami, Y. M. P., & Fitriani, E. (2021). Makna tari Gandai bagi masyarakat Desa Tunggang. Culture & Society: Journal of Anthropological Research, 2(4), 151–159. https://doi.org/10.24036/csjar.v2i4.76