Analisis pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia

Journal of Educational and Learning Studies December 01, 2025 Volume 8, Number 2 2 authors

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Pembelajaran berdiferensiasi memfasilitasi perbedaan peserta didik dalam belajar. Melalui pendekatan diferensiasi konten, proses, dan produk, peserta didik mendapat kesempatan untuk belajar sesuai karakteristik yang dimiliki mulai dari kesiapan belajar, minat, dan gaya belajar. Agar dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, guru harus memiliki pemahaman yang memadai tentang konsep dan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan pendistribusian kuesioner kepada 31 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap pembelajaran berdiferensiasi masih belum sepenuhnya memadai. Sebagian besar guru memiliki pemahaman pada level cukup memadai (67,74%). Sebagiannya lagi memiliki pemahaman yang sudah memadai (30,65%). Sebagian kecil memiliki pemahaman kurang memadai (1,61%). Kondisi ini menunjukkan bahwa masih perlu dilakukan intervensi agar pemahaman guru terhadap konsep dan strategi pembelajaran berdiferensiasi semakin baik. Para guru disarankan untuk aktif melakukan kegiatan pengembangan diri secara berkelanjutan.

Authors

  1. Aegustinawati Aegustinawati

    Universitas Pendidikan Indonesia

  2. Yeti Mulyati

    Universitas Pendidikan Indonesia

Keywords

References

  1. Ambarita, J., & Simanullang, P. S. (2023). Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi. Penerbit Adab.
  2. Aziz, U. B. A., Mahmud, S., Mislinawati, & Fitriani, D. (2022). Perbedaan Individu dan Gaya Belajar Peserta Didik. Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak, 8(2), 172186.
  3. Bahriah, E. S., Yunita, L., & Sholihat, R. N. (2022). Kurikulum Merdeka: Implementation and Effect on Learning Loss in Chemistry Caused by Covid-19 Outbreak. Jurnal Pendidikan MIPA, 23(4), 682–689, doi: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v23i4.pp1916-1927
  4. Bayumi, Chaniago, E., Fauzie, Elias, G., Hapizoh, & Ahmad, Z. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Berdiferensiasi. Deepublish Publisher.
  5. Defitriani, E. (2019). Differentiated Instruction: Apa, Mengapa Dan Bagaimana Penerapannya. PHI: Jurnal Pendidikan Matematika, 2(2), 111. https://doi.org/10.33087/phi.v2i2.38
  6. Fatimah, & Sari, R. D. K. (2018). Strategi Belajar & Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa. Pena LiterasiL Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 202–214. https://doi.org/10.55606/jsr.v1i1.980
  7. Hadi, W., Prihasti Wuriyani, E., Yuhdi, A., & Agustina, R. (2022). Desain Pembelajaran Diferensiasi Bermuatan Problem Based Learning (Pbl) Mendukung Critical Thinking Skill Siswa Pada Era Kenormalan Baru Pascapandemi Covid-19. Basastra, 11(1), 56. https://doi.org/10.24114/bss.v11i1.33852
  8. Hattie, J. (2021). Visible learning inside. Visible Learning for Teachers, 11–16. https://doi.org/10.4324/9780203181522-6
  9. Hockett, J. A. (2018). Differentiation Strategies and Examples: Grades 6-12. June, 1–178.
  10. Iskandar, D. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Report Text Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi di Kelas IX.A SMP Negeri 1 Sape Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 1(2), 123–140. https://doi.org/10.53299/jppi.v1i2.48
  11. Jatmiko, H. T. P., & Putra, R. S. (2022). Refleksi Diri Guru Bahasa Indonesia Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Di Sekolah Penggerak. Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(2), 224. https://doi.org/10.30651/lf.v6i2.14701
  12. Jojor, A., & Sihotang, H. (2022). Analisis Kurikulum Merdeka dalam Mengatasi Learning Loss di Masa Pandemi Covid-19 (Analisis Studi Kasus Kebijakan Pendidikan). Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5150–5161. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3106
  13. Kemendikbud. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen: Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah. Kemendikbud.
  14. Kurikulum Prototipe Menjadi Kurikulum Merdeka. (2022). Republika. https://news.republika.co.id/berita/r74zd4380/kurikulum-prototipe-menjadi-kurikulum-merdeka
  15. Kusmiarti, R., & Hamzah, S. (2019). Literasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Industri 4.0. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa (Semiba), 1(1), 211–222. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/semiba
  16. Marisana, D., Iskandar, S., & Kurniawan, D. T. (2023). Penggunaan Platform Merdeka Mengajar untuk Meningkatkan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 7(1), 139–150. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i1.4363
  17. MS, M. (2023). Pembelajaran Berdiferesiasi Dan Penerapannya. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(2), 533–543. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i2.534
  18. Ningsih, S., Kuntarto, E., & Kurniawan, A. R. (2020). Teachers’ Problems in Using Information and Communication Technology (Ict) and Its Implications in Elementary Schools. JURNAL PAJAR (Pendidikan Dan Pengajaran), 4(3), 518. https://doi.org/10.33578/pjr.v4i3.7964
  19. Nugraha, T. S. (2022). Kurikulum Merdeka untuk Pemulihan Krisis Pembelajaran. 250–261.
  20. Ramdani, M., Yuliyanti, S. Y., Rahmatulloh, I. T., & Suratman, S. (2022). Penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) pada Guru Sekolah Dasar. Journal of Instructional and Development Researches, 2(6), 248–254. https://doi.org/10.53621/jider.v2i6.201
  21. Sigalingging, R. (2020). Pembelajaran Berdiferensiasi pada Implementasi Kurikulum Merdeka. Tata Akbar.
  22. Simbolon, E. G., Siagian, B. A., Bangun, K., Sara Sidabutar, Girsang, A., & Purba, F. (2022). Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Menulis Teks Persuasi Di Kelas Viii Smp Gajah Mada Medan Tahun Ajaran 2021/2022. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan, 6(5), 386–394, https://unma.ac.id/jurnal/index.php/dl/article/viewFile/3848/2560
  23. Sudah 2500 Sekolah Terapkan Kurikulum Prototipe. (2022). Kompas. https://www.kompas.com/edu/read/2022/01/19/130224371/sudah-2500-sekolah-terapkan-kurikulum-prototipe
  24. Sugeng, B. (2022). Fundamental Metodologi Penelitian Kuantitatif (Eksplanatif). Deepublish Publisher.
  25. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Alpabeta.
  26. Suparman. (2010). Gaya Belajar yang Menyenangkan Siswa. Pinus Book Publisher.
  27. Tomlinson, C. A. (2001). How to Differentiate Instruction in Mixed-Ability Classrooms. ASCD.
  28. Tomlinson, C. A. (2014). The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners. ASCD.
  29. Usman, U., Lestari, I. D., Alfianisya, A., Octavia, A., Lathifa, I., Nisfiyah, L., Permata Aries, N. A., & Oktatira, R. (2022). Pemahaman Salah Satu Guru Di Man 2 Tangerang Mengenai Sistem Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 5(1), 32–36. https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i1.4432
  30. Wahyuningsari, D., Mujiwati, Y., Hilmiyah, L., Kusumawardani, F., & Sari, I. P. (2022). Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar. Jurnal Jendela Pendidikan, 2(04), 529–535. https://doi.org/10.57008/jjp.v2i04.301
  31. Winarni, E. W. (2018). Teori dan Praktik: Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Research and Development (R&D). Bumi Aksara.
  32. Wiryanto, & Anggraini, G. O. (2022). Analysis of Ki Hajar Dewantara’s Humanistic Education in the Concept of Independent Learning Curriculum. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 15(1), 33–45. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v15i1.41549
  33. Yufita, Y., Sihotang, H., & Tambunan, W. (2021). Peningkatan Kompetensi Pedagogik melalui Pelatihan Teknologi Informasi Komunikasi dan Pendampingan Kepala Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 3993–4006. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1283