Pengaruh penguatan motivasi belajar dengan pengelolaan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar bahasa Indonesia

Journal of Educational and Learning Studies December 30, 2024 Volume 7, Number 2 2 authors

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Siswa memiliki motivasi yang tinggi, maka ia akan bekerja keras untuk berhasil dalam belajar. Kecerdasan emosional memberikan stimulasi dalam diri siswa dengan memberikan suplai terhadap motivasi belajar dengan mendukung siswa untuk mencapai tingkat belajar yang setinggi-tingginya. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah memberikan penguatan motivasi belajar dengan pengelolaan kecerdasan emosional untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas X SMA Negeri 14 Halmahera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan the one-group pretest-posttest design. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebelum perlakuan berada pada kategori rendah. Setelah mendapat perlakuan terdapat kenaikan ke kategori sedang. Kenaikan tersebut terlihat dari nilai rata-rata pada awal sebelum perlakuan sebesar 59,62 menjadi 75,25 sehingga mengalami peningkiatan sebesar 15,63%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak sehingga terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebelum dilakukan perlakuan dengan sesudah diakukan perlakuan.

Authors

  1. Muhtar Syamsul Hadi

    Universitas Pendidikan Ganesha

  2. I Wayan Artanayas

    Universitas Pendidikan Ganesha

Keywords

References

  1. A.M, Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
  2. Daud, Firdaus. (2012). Pengaruh Kecerdasan Emosional (EQ) dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA 3 Negeri Kota Palopo. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 19(2), 243.
  3. Goleman, D. 2003. Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  4. Goleman, Daniel. 2001. Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  5. Goleman, Daniel. 2004. Kecerdasan Emosional: Mengapa EI Lebih Penting daripada IQ, Terjemahan oleh T. Hermaya. 2004. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
  6. Gregory, R. J. 2000. Psychological Testing: History, Principles, and Applications. Boston: Allyn and Bacon.
  7. Hamzah B. Uno. 2011. Teori motivasi dan pengukurannya, analisis di bidang pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
  8. Hardani, Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. 2020. Buku Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu
  9. Kember, D. 2016. Understanding the Nature of Motivation and Motivating Students through Teaching and Learning in Higher Education. In Understanding the Nature of Motivation and Motivating Students through Teaching and Learning in Higher Education. https://doi.org/10.1007/978-981-287-883-0.
  10. Rosida, Vivi. 2015. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII2 SMP Negeri 1 Makassar. Jurnal Sainsmat, IV (2), 87–101, http://ojs.unm.ac.id/index.php/sainsmat
  11. Setyawan, Andoko. S., & Simbolon, Dumora. 2018. Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMK Kansai Pekanbaru. JPMM, 11 (1), 243–255.
  12. Setyosari, P. 2013. Metode Penelitian: Pendidikan & Pengembangan. Jakarta: Kencana Prenada Group.
  13. Stein, S. J. & Book, H.E. 2002. Ledakan EQ: 15 Prinsip Dasar Kecerdasan Emosional Meraih Sukses. Bandung: KAIFA.
  14. Yusuf, Syamsu. 2009. Program Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Bandung: Rizqi Press.