Authors
-
Dimas Abhiseka Magistratama
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Jakarta, Indonesia
Keamanan penerbangan di area terminal dan kargo memerlukan keterpaduan antara prosedur, teknologi, kompetensi personel, dan koordinasi lintas instansi. Penelitian ini mengevaluasi penerapan manajemen operasional keamanan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi perbaikannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif dari unsur Aviation Security, pengelola bandara, Bea Cukai, dan petugas kargo maskapai, disertai observasi lapangan dan telaah dokumen. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan verifikasi temuan, sedangkan keabsahannya diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan bahwa pengamanan telah dijalankan melalui perencanaan berbasis risiko, pemeriksaan berlapis, supervisi, pemantauan CCTV, dan pencatatan insiden. Efektivitasnya didukung oleh CCTV analytics, X-ray digital, kontrol akses biometrik, dan logbook digital. Namun, manfaat teknologi belum optimal karena keterbatasan jumlah dan kompetensi teknis personel, ketidaksinkronan data antarinstansi, perubahan SOP, serta tekanan volume pada jam sibuk. Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas keamanan tidak ditentukan oleh teknologi secara terpisah, melainkan oleh keselarasan empat unsur: tata kelola operasional, kompetensi SDM, integrasi informasi, dan SOP adaptif. Temuan tersebut menjadi dasar bagi penguatan pelatihan, interoperabilitas data, evaluasi SOP, dan manajemen keamanan berbasis risiko.